Halo semuanya, kali ini saya akan bercerita tentang journey ku selama menjadi pembawa baki pada upacara 17 Agustus tahun ini. Pengalaman ini terasa singkat, namun jika harus kutuliskan akan sangat panjang sekali. Saya harap saya bisa membawakan cerita ini dengan baik dan ringkas yaπ
Semua berawal saat saya di kelas, ada 2 orang dari kelas lain yang izin untuk memberikan pengumuman kepada kelas saya. Ternyata 2 orang itu adalah teman saya dari perwakilan OSIS. mereka berdua mengumumkan bahwa akan adanya seleksi untuk petugas upacara 17-an dan mereka berkeliling kelas untuk menawarkannya. Saya tanpa pikir panjang langsung mengajukan diri, pengalaman baru dan challenge baru bagi saya. Disitu juga, teman saya langsung menuliskan nama saya pada secarik kertas data peserta seleksi.
Keesokan harinya, tepatnya pada hari Selasa pukul 08.00 pagi semua peserta seleksi dipanggil untuk segera turun ke lapangan. Mulailah pemilihan seleksi oleh panitia. Disitu nama saya dan beberapa teman saya sempat dipanggil oleh panitia. Ternyata nama orang yang sudah berpenglaman dalam baris berbaris, tidak ikut dalam seleksi gelombang pertama. Nama yang dipanggil disuruh untuk duduk mengiup terlebih dahulu di sisi pinggir lapangan.
Tiba saatnya seleksi gelombang kedua, dimana semua peserta yg lolos gelombang pertama dan yang namanya dipanggil tadi digabung & diseleksi bersama. Ada beberapa teman saya yang sudah berpengalaman ternyata tidak lolos. Disitu saya tau, ternyata seleksi ini murni dan tidak pilih kasih. Saya lolos dalam seleksi peserta upacara ini. Saya sangat bersyukur karena rintangan pertama saya sudah terselesaikan. Sekarang tinggal latihan habis habisan yang akan saya lewati.
Esok harinya, mulailah latihan hari pertama. Saya sangat excited namun juga diselingi rasa takut. Bisa dibilang PBB adalah hal yg biasa bagi saya, karena saya melakukannya setiap latihan pramuka. Namun PBB kali ini berbeda, ini PBB Paskib!π° Tapi rasa takut itu tidak menghalangiku untuk melakukan yang terbaik. Latihan dilakukan dari pukul 8 pagi sampai 11 siang. Rasa capek saya rasakan pada latihan pertama, namun saya sangat mewanti latihan selanjutnya. Setelah latihan selesai, saya lanjut ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran.
Setiap harinya saya lakukan latihan paskib, mulai dari jam 8-11 setiap harinya. ada juga latihan sore yang kami lakukan jika tidak sempat latihan di pagi hari.
Latihan dilakukan dengan baik dibimbing oleh kak Agung selaku pelatih kami.
Ini adalah foto bersama kami.
Setelah melewati semua pelatihan itu, terbentuk lah 3 kelompok pasti. Ada kelompok 17, yaitu kelompok petugas yang menjadi mc, doa, pemimpin, pleton, dlsb. Lalu ada kelompok 45, yaitu kelompok yang membawa proklamasi. Dan terakhir ada kelompok 8! Ya, itu adalah kelompokku. Kelompok 8 adalah kelompok inti, kelompok yang membawa bendera pusaka untuk dikibarkan. Bersyukurnya aku bisa masuk dalam kelompok 8.
Ada cerita menarik nih! Fun fact, sebenarnya aku itu bukan termasuk kelompok 8 loh! Awalnya aku dibariskan di dalam kelompok 45. Aku cukup sedih tuh karena tidak menjadi bagian dari kelompok 8. Namun Tuhan berkehendak lain, tiba tiba Kak Agung menoel lenganku dan berkata "Yang tangannya saya toel berpindah ke pasukan 8 ya". Disitu aku sangat senang, karena keinginanku untuk menjadi pasukan 8 tercapai! :D
Latihan demi latihan kami lalui. Kekompakan kami diuji. Keberhasilan atas suatu formasi menjadi kebahagian kami. Tiap hari yang dilalui bersama-sama, hingga tibalah H-1 upacara.
Jadi deh, kami menggunakan baju beskap
ini!
lucu deh, baju beskap ini kalau dipakai sama sarung jadi mirip baju imlek gitu hihihi!π² Pengalaman yang sangat tak terduga aku bisa jadi sedekat ini dengan beberapa orang yang tak kukenal sebelumnya hanya karena kami 1 timπ.
Pukul 03.30 pagi ku terbangun, dengan perasaan yang masih tidak menyangka bahwa hari ini adalah akhir dari semua perjuangan kami. Aku bersiap, mandi, jangan lupa untuk sarapan, lalu ku kenakan baju yang sudah kusediakan dari tadi malam. Hari ini adalah puncak dari semuanya, tidak ada yang boleh kusesali di hari ini. Ku pastikan semua hal yang perlu kulakukan di rumah sudah terlaksana. Saatnya berangkat, sekitar pukul 05.10 aku meluncur ke sekolah tercinta.
Sekitar jam 05.30 tibalah aku di sekolah, aku bertemu teman dekatku Kesya dan Andini di gerbang. Kusapa dan kuajak mereka untuk pergi ke aula bersama. Aula menjadi tempat kita untuk bersiap diri sebelum acara. Ternyata sudah ada beberapa teman lainnya yang telah tiba. Kami semua bersiap dibantu oleh guru guru panitia yang membimbing kami.
![]() |
| (Adam, Ilham, Razan, Ar rasyid, Zacky, Hibban) |


Another Fun Fact : Selama menunggu giliran pengibaran, pasukan 8 mendapatkan privilege loh! Setiap tetesan keringat kami dilap oleh para guru yang berdiri disamping kami. Kami juga diberikan permen manis setelah pengibaran. Baki pun hanya ku bawa ketika ingin tampil saja! Bener bener hak istimewa yang tidak kubayangkan akan terjadi.
"Jalan di tempat, Grak!" terucap. Kami semua mulai menggerakan kaki ke atas dan kebawah bersamaan. Hentakan kaki kami terdengar sangat nyaring dengan keadaan sunyi dan semua mata yang tertuju pada kami. Moment ini lah yang kita semua tunggu-tunggu. Tak boleh ada kesalahan satu pun yang bisa membuat kami menyesal dikemudian saat. Melakukan tiap gerakan dengan sempurna, tanpa adanya pengecualian.

![]() |
| (Pengambilan Bendera Pusaka) |
Moment ini adalah moment yang paling mendebarkan bagiku. Aku harus melangkah ke depan kepala sekolah yang terhormat untuk mengambil sang saka merah putih. Moment yang bisa bikin riwayatku habis jika terjadi kesalahan di moment ini. Atas kehendak Allah, pengambilan bendera lancar tanpa ada kesalahan sekali pun.
![]() |
| (Pengibaran Sang Saka Merah Putih) Moment yang semua orang tunggu-tunggu, Pengibaran sang Saka Merah Putih. |
Semua berjalan dengan lancar, kami kembali ke titik semula dengan perasaan lega. Semua hasil jerih payah telah terbayarkan pada moment ini.
Begitulah cerita pengalamanku menjadi pembawa baki dari pasukan 8! Suatu pengalaman yang tak akan kulupakan. Aku sangat bersyukur karena ku tahu tidak semua orang bisa berada di posisiku saat itu. Tidak hanya pengalaman mengibarkan bendera yang berarti bagiku. Waktu-waktu latihan bersama teman teman juga moment berharga. Moment yang mungkin tidak terdengar begitu penting, namun saat-saat latihan adalah saat yang paling menyenangkan. Banyak kenalan baru yang ku kenal. Aku sangat bersyukur sekali bisa berada di titik ini.

















